
Pada hari Rabu, 12 November 2025, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Shodaqoh (LAZIS PDHI) Yogyakarta melaksanakan kegiatan pentasyarufan kepada Komunitas Becak Wirakarya Mataram. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen LAZIS PDHI dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, khususnya para pengemudi becak—baik becak kayuh maupun bentor—yang selama ini menjalankan peran penting dalam membantu mobilitas warga. Dengan keteguhan dan kerja keras mereka, para pengemudi becak menjadi bagian dari denyut kehidupan kota, memberikan layanan sederhana namun sarat nilai kemanusiaan.
Komunitas Becak Wirakarya Mataram dikenal aktif menjalin kebersamaan melalui kegiatan rutin berupa silaturahmi dan pengajian bulanan yang diselenggarakan di Joglo Aula PDHI, setiap tanggal 12, dari pukul 13.00 sampai 14.00. Momen ini menjadi ruang mereka untuk belajar, memperkuat iman, serta mempererat hubungan antaranggota. Meskipun cuaca sering kali tidak bersahabat, termasuk saat hujan deras, para pengemudi becak tetap hadir dengan penuh antusiasme. Ketulusan dan semangat mereka menjadi pengingat bahwa ilmu dan kebersamaan adalah kebutuhan yang tidak dapat tergantikan oleh keadaan apa pun.
Pada kesempatan tersebut, setelah kegiatan pengajian selesai, LAZIS PDHI menyalurkan 30 paket sembako yang berasal dari dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh para muzakki dan donatur. Setiap paket berisi beras, mie instan, minyak goreng, dan gula. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada para penerima manfaat agar sedikit meringankan kebutuhan dasar mereka. Penyerahan berlangsung hangat, penuh rasa haru, dan disambut dengan senyum tulus para pengemudi becak yang merasa dihargai atas peran kecil namun bermakna yang mereka jalankan selama ini.
Di sela-sela kegiatan, salah satu anggota komunitas menyampaikan ungkapan rasa syukur yang begitu menyentuh. Dengan mata berkaca-kaca ia berkata, “Alhamdulillah, matur nuwun sanget. Bantuan ini sangat berarti untuk kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan dari LAZIS PDHI, para Muzakki, dan para donatur. Semoga rezekinya semua dilipatgandakan, disehatkan, dan selalu dimudahkan dalam setiap urusan. Mugi saget dados berkah kang tanpa putus.” Ungkapan sederhana itu menjadi bukti bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar paket sembako, tetapi juga sumber kebahagiaan dan harapan bagi mereka.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi, melainkan juga jembatan yang menghubungkan kepedulian para muzakki dan donatur dengan masyarakat yang membutuhkan. LAZIS PDHI berharap agar semangat berbagi senantiasa tumbuh dan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan umat Islam, sehingga semakin banyak yang merasakan manfaatnya.
Semoga semua kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Semoga Allah SWT membalas setiap donasi dengan keberkahan tanpa batas, menjaga harta yang tersisa, meluaskan rezeki, serta menjadikannya sebagai penyuci jiwa dan penghapus dosa. Aamiin Allahumma Aamiin.
